Sabtu, 27 Desember 2014

<a href="http://www.4shared.com/mp3/m5YEPPNlce/REC002.html" target=_blank>REC002.mp3</a>

Rekaman Kajian rutin oleh USt Afifi, 20 Desember 2014

Selasa, 14 Oktober 2014

Kondisi Geologi Sungai Boyong - Sungai Code

Kondisi Geologi Sungai Boyong – Sungai Code
A.      Provenance
Dalam bahasa Indonesia, provenance berarti asal mula. bila provenance itu hendak dikaitkan dengan topik kondisi geologi Sungai Boyong – Code, maka provenance dalam pembahasan ini adalah asal mula terendapkannya suatu material sedimen di suatu lingkungan pengendapan dan jenis batuan yang mengalami pelapukan dan tererosi yang kemudian tertransportasi oleh aliran air sungai.
Materian sedimen yang diangkut oleh air sungai memiliki kandungan maupun komposisi mineral yang banyak. Dominasi mineral yang terkandung dalam aliran sungai tersebut dikontrol oleh beberapa faktor seperti, batuan asal (maliputi: batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf), cuaca dan iklim serta relief dari sungai tersebut.
Sebagai contoh apabila batuan beku merupakan batuan sumber, maka pada sepanjang aliran sungai tersebut akan terkandung material ataupun mineral yang merupakan penciri batuan beku tersebut misalnya hornblende, ortoklas, dan sebagainya.
Cuaca dan iklim juga mengontrol keterdapatan kandungan mineral pada suatu aliran sungai dalam hal komposisi dari sisa proses pelapukan, hasil sedimen dan pelarutan mineral, dimana pelarutan mineral berlangung lebih intensif pada daerah dengan iklim cerah dan lembab seperti kondisi di Yogyakarta dibandingkan dengan pelarutan pada daerah yang beriklim dingin seperti di di Eropa dan Arctik.
Daerah dengan relief yang tinggi memili perkembangan erosi dan pengikisan serta pelarutan batuan yang yang berlangsung cepat.  Sedangkan pada daerah dengan relief yang rendah memiliki tingkat erosi yang lambat yang mengakibatkan proses sedimentasi berlangsung lebih efektif. Daerah dengan relief tinggi salah satunya berada di hulu sungai Boyong sedangkan daerah dengan relief rendah sebagai contoh berada di hilir Sungai Code.

Setalah dianalisa secara geologi, aliran Sungai Boyong – Code diperkirakan membawa material sedimen yang jenis batuan sumbernya berasal dari batuan beku. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa sumber mata air dari kedua sungai ini berasal dari Gunung Merapi, dimana Gunung Merapi merupakan Gunung Api yang masih aktif. Sehingga saat terjadi erupsi, gunung ini menghasilkan banyak batuan beku vulkanik dengan komposisi mineral yang umum seperi olivin, piroksen, grup amphibole, feldspar maupun kuarsa. Seiring dengan berjalannya waktu batuan beku vulkanik tersebut mengalami pelapukan dan dierosi oleh aliran sungai yang kemudian tersedimentasi di sepanjang sungai yang membentuk endapan berukuran lempung hingga bongkah yang mengandung mineral spesifik batuan beku seperti olivin, piroksen, grup amphibole, feldspar, kuarsa dan lain – lain.
B.      Stratigrafi
Adapun stratigrafi penyusun Sungai Boyong – Sungai Code menurut Wartono Rahardjo, dkk. (1977), Wirahadikusumah (1989) dan Mac Donal, et al (1984) adalah:
1.       Vulkanik Merapi Tua
Endapan vulkanik merapi tua ini berumur pleistosen atas dan tersusun oleh batuan seperti breksi aglomerat dan lelehan lava termasuk andesit dan basalt yang mengandung mineral olivin. Umur endapan vulkanik merapi tua ini berada dalam kisaran antara 4.350 sampai 2.870 tahun sebelum tahun 1950. Umur ini didapatkan dari penanggalan mutlak endapan tersebut berdasarkan metode C-14 (Wirahadikusumah, 1989).
2.       Vulkanik Merapi Muda
Endapan ini berumur pleistosen atas dan tersusun oleh material hasil rombakan endapan merapi tua berupa endapan tuff, pasir dan breksi yang terkonsolidasi lemah. Umur endapan merapi muda berada pada kisaran 1.700 sampai 340 tahun sebelum tahun 1950. Kisaran umur ini didapatkan dari penanggalan mutlak yang dilakukan terhadap endapan merapi muda tersebut berdasarkan metode C-14 (Wirahadikusumah, 1989.
Berdasarkan litologinya, endapan vulkanik muda dibagi menjadi 2 formasi, yaitu:
a.       Formasi Sleman
Formasi ini merupakan kenampakan bagian bawah dari satuan vulkaniklastik endapan vulkanik merapi muda (Mac Donald and Partners, 1984). Batuan penyusunnya berupa pasir dan kerikil yang diselingi oleh bongkah. Dari utara ke selatan formasi ini semakin menebal.
b.       Formasi Yogyakarta
Formasi Yogyakarta merupakan kenampakan bagian atas dari satuan vulkaniklastik endapan vulkanik merapi muda (Mac Donal and Partners, 1984). Material dari Formasi Sleman dan Formasi Yogyakarta berasal dari rombakan material hasil erupsi kegiatan Gunung Merapi tahun 1006.                
C.       Geomorfologi
Sungai Boyong merupakan induk Sungai Code yang berhulu di Gunung Merapi dan merupakan salah satu sungai yang mengangkut air dan material sedimen yang berasal dari Gunung Merapi yang kemudian dialirkan menuju ke daerah sekitarnya melalui anak – anak sungai dimana salah satu diantara anak sungainya yaitu Sungai Code.
Sungai Boyong ini terletak di Desa Hargobinangun, Kecamatan Cangkringa, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. Semakin ke selatan Sungai Boyong bercabang – cabang menjadi beberapa anak sungai dan salah satu anak Sungai Boyong yang utama adalah Sungai Code dimana sungai ini merupakan sungai yang membelah Kota Yogyakarta.
Aliran – aliran sungai dari Gunung Merapi yang melewati kota Yogyakarta
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDoozMWW32zKfVSN__WLBm22TfcA4j9JAiSUADLewy3Tggq1TVHG9komGMDAg6-15b9fGbDsh13yN_gCSC74A_pt64GoN37-uzkY-MbOPvbWxSfBgNkMYErjWvTFfp1jL9W6hlyXmlUfuP/s320/Untitled.png



Berikut adalah deskripsi singkat Sungai Boyong:
·         Lembahnya berbentuk “U”
·         Memiliki pola penyaluran dendritik
·         Erosi vertical lebih dominan dibanding erosi lateral/horizontal
·         Sungai berstadia muda
·         Debit aliran air rendah dengan kecepatan aliran yang relatif tinggi
·         Sedimentasi tinggi akibat adanya material vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi
·         Susunan strata endapan sungainya tidak membentuk pola atau struktur tertentu karena materialnya berasal dari endapan lahar dingin.


Sedangkan deskripsi singkat Sungai Code adalah sebagai berikut:
·         Lembah berbentuk “U”
·         Memiliki Pola Penyaluran Dendritik
·         Erosi horizontal lebih dominan dibanding erosi vertical
·         Proses sedimentasi yang efektif menunjukkan bahwa sungai berstadia dewasa
·         Memiliki debit aliran air cukup tinggi dengan kecepatan yang relatif tinggi.
·         Terdapat banyak bar sungai seperti point bar dan channel bar.
·         Susunan stratanya juga tidak membentuk pola ataupun struktur tertentu karena berasal dari endapan lahar dingin.

Aliran Sungai Code
 
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQIrb_iXM_WMzUUEtF-9-43BAg4mq2_mzdYL5XJ90CFOyUqlYKl3A



Sumber:
http://www.geomacnews.com/2013/12/kondisi-geologi-sungai-boyong-sungai.html diakses pada hari Jumat, 12 September 2014, pukul 11.03 WIB.

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/26/058532427/Situs-di-Bantaran-Sungai-Yogya-Rawan-Kena-Longsor